Image and video hosting by TinyPic

Tampilkan postingan dengan label gugus depan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gugus depan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

SMKN 1 Karanganyar Gelar Pelantikan Calon Penegak

Bertempat di halaman sekolah setempat, SMK Negeri 1 Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah menggelar kegiatan Pelantikan Calon Penegak. Acara digelar pada Sabtu-Minggu (1-2 September 2012). Menurut ketua panitia, Laili Nur Habibah, pelantikan ini sebagai syarat yang harus dilalui para Pramuka Penggalang yang memasuki golongan Pramuka Penegak. Selain itu kami pengurus Dewan Ambalan juga ingin mencari bibit-bibit anggota Pramuka yang nantinya akan melanjutkan kepengurusan Dewan Ambalan.
Acara yang digelar rutin setiap tahun ini diikuti sebanyak 450an murid kelas 10 dan 50-an panitia yang tergabung dalam Dewan Ambalan Kresna-Srikandhi Gudep 130105/130136 yang berpangkalan di SMK Negeri 1 Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah.
"Pada tahun ini, kami sedikit mengubah format kegiatannya, terutama pada acara Malam Pentas Seni Festival Nusantara. Dalam acara pentas seni ini, tidak seperti tahun-tahun kemarin, untuk tahun ini kami sengaja lombakan yaitu pentas drama nusantara yang bersumber pada kebudayaan Indonesia. Dan alhamdulillah para peserta sangat antusias dalam mengikuti pentas seni ini," ungkap Laili.
"Selain itu, kami juga gelar berbagai kegiatan di antaranya perlombaan hasta karya, sarasehan dengan Dewan Kerja Cabang (DKC) Karanganyar, permainan, dan yang paling utama yaitu upacara pelantikan pindah golongan dari Penggalang ke Penegak," imbuh Laili.
Ari Prasetya, Pembina Pramuka SMKN 1 Karanganyar juga mengungkapkan, merasa sangat senang dengan kinerja adik-adik Dewan Ambalan yang sudah menyelenggarakan kegiatan pelantikan ini.
"Mudah-mudahan ke depannya anggota Pramuka khususnya di Gugus Depan SMKN 1 Karanganyar semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya, karena Pramuka merupakan pendidikan karakter generasi muda untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa yang berkualitas," imbuh Ari.

Rabu, 15 Februari 2012

Fenomena Pramuka Wajib di Gudep


Apabila kita pernah bersekolah di sekolah negeri, tentu kita tidak akan asing lagi dengan istilah “Pramuka Wajib”. Pramuka wajib di sini maksudnya adalah program yang mewajibkan para siswa terutama di tingkat sekolah menengah untuk mengikuti kegiatan pramuka meskipun mereka tidak memilihnya menjadi salah satu ekstrakulikuler yang diminati.

Program Pramuka wajib biasanya dilaksanakan hanya selama satu atau dua semester di awal sekolah, misalnya SMP A mewajibkan siswa kelas VII mengikuti Pramuka wajib selama enam bulan (satu semester) awal.

Pramuka wajib tentunya memiliki tujuan yang baik, yakni: pertama, agar seluruh siswa di sekolah tersebut mendapatkan bekal-bekal dasar kepramukaan yang dapat mereka manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, agar minat siswa dapat bertambah pada kegiatan pramuka. Ketiga dan seterusnya menyesuaikan dengan kebutuhan Gugus Depan masing-masing.

Program Pramuka wajib memang sudah awam dilaksanakan. Namun, sadarkah kita? Bahwa program tersebut memiliki beberapa kealphaan yang perlu kita waspadai. Bukannya menambah minat peserta didik untuk melanjutkan dan berkecimpung di kegiatan Pramuka, tapi justru bisa sebaliknya. Hal tersebut sangat mungkin terjadi apabila pengemasan kegiatan dalam program Pramuka wajib terkesan monoton, tidak menarik, kurang edukatif, dan menyiratkan ke”umum”an pramuka serta menghapuskan ke”eksklusifa”an pramuka di mata peserta didik yang sedang dalam masa mencari minat di pramuka.

Perlu kita pahami, bahwa belum semua Gugus Depan di sekolah dasar maupun di sekolah menengah pertama dapat memberikan pendidikan Kepramukaan sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga apabila mereka masuk ke sekolah yang lebih tinggi, minat mereka kurang atau bahkan tidak ada minat sama sekali untuk hal-hal yang berbau Pramuka. Hal ini wajar, mengingat kita perlu memahami karakteristik peserta didik yang dewasa ini kian membutuhkan wadah-wadah pendidikan yang inovatif, konstruktif, dan tentu saja jelas manfaatnya untuk mereka. Apabila kegiatan pramuka yang mereka temui belum memberikan itu semua, tentu saja mereka akan memilih hal lain sebagai wadah pengembangan dirinya.

Sebagai contohnya, Siska misalnya. Dia adalah salah seorang siswi di SMA Negeri di kotanya. Dia kurang berminat di Pramuka sejak duduk di bangku SMP dan ketika masuk SMA dia harus ikut Pramuka wajib. Karena kegiatan di Pramuka wajib menurutnya dikemas kurang menarik, dia lebih memilih sering membolos daripada menghabiskan waktunya untuk mengikuti rutinitas tersebut. Padahal dia adalah seseorang yang senang berorganisasi dan berpetualang. Kalau kita mengkaji dan mencocokkan, sebenarnya Pramuka dapat mewadahi minat Siska tersebut. Sayangnya kesan pertama yang ia dapatkan dari Pramuka adalah sesuatu yang diwajibkan atau cenderung dipaksakan. Siska tidak menemukan kegiatan Pramuka sebagai hal yang ia minati, justru sebaliknya, ia menemukan kegiatan Pramuka sebagai hal yang ia hindari karena ia kehilangan asas dasar dari Kepramukaan itu sendiri yakni asas sukarela.

Ya. Yang dimaksudkan kealphaan yang kadang diabaikan para Pembina atau Dewan Ambalan Penegak dan Pasukan Penggalang adalah adanya titik jenuh peserta didik terhadap kegiatan Pramuka yang dipaksakan untuk mereka terima. Sekali lagi, Pramuka adalah kegiatan yang bersifat sukarela, lalu kenapa harus ada kewajiban untuk mengikuti kegiatan Pramuka?

Sebelum peserta didik menemukan passion di Pramuka, mereka justru sudah dijejali materi-materi Kepramukaan yang mereka sendiri bingung apa aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal untuk menemukan passion dan kegemaran di Pramuka, mereka butuh kenyamanan, kerelaan, dan kepahaman. Tanpa itu semua, yang ada adalah mereka akan semakin tidak menyukai kegiatan Pramuka karena bagi mereka kegiatan ini mengintimidasi kebebasan mereka untuk memilih.

Selain itu, karena Pramuka wajib berlaku bagi seluruh siswa, kegiatan Pramuka secara tidak langsung atau sedikit demi sedikit kehilangan branding dan keeksklusifannya di mata para peserta didik. Semua siswa diwajibkan mengenakan seragam Pramuka di hari-hari tertentu di sekolah. Tapi tidak diimbangi dengan aturan yang benar. Alhasil, mereka mengenakan seragam Pramuka dengan asal-asalan, seperti tidak mengenakan setangan leher/pita leher yang menjadi ciri khas Pramuka, bersepatu warna warni, dan terkadang kita juga melihat ada siswa yang tidak berjilbab namun mengenakan rok pramuka panjang padahal bajunya pendek, dan sebagainya. Kadang tidak jarang juga kita menemui peserta didik sepulang sekolah masih mengenakan seragam Pramuka tetapi merokok di samping trotoar.

Itulah imbas-imbas dari program Pramuka wajib yang kebanyakan hanya dijalankan sebagai formalitas dan kebijakan sekolah semata. Pramuka wajib berangkat dari latar belakang yang kongkret dan seharusnya kebijakan-kebijakan semacam itu dapat dimaksimalkan di Gugus Depan. Setelah mengetahui kecompang-campingan realita sebagian besar pelaksanaan Pramuka wajib, bukan berarti semerta-merta kita lalu menghapuskan kebijakan itu. Program Pramuka wajib secara harfiah memang tidak sesuai dengan asas kesukarelaan, namun apabila pelaksanaannya benar-benar terjaga unsur “keasyikan” dan “kebermanfaatannya”, tentu saja hal tersebut dapat menanggulangi kejenuhan dan rasa keterpaksaan peserta didik. Kalaupun memang program Pramuka wajib masih sesuai dan tetap ingin dilaksanakan di Gugus Depan, alangkah baiknya kegiatan-kegiatannya secara fokus diorientasikan pada pencitraan Pramuka sebagai wadah Pendidikan Karakter dan sebagai satu pendidikan yang bersifat menyenangkan dikemas dalam permainan di alam terbuka.

Bahkan Lord Baden Powell of Gilwell pun dengan tegas menjelaskan bahwa Kepramukaan itu bukanlah suatu ilmu yag harus dipelajari dengan tekun, bukan pula merupakan kumpulan ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. Bukan! Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkan. (Sumber: Boyman, Ragam Latih Pramuka oleh Andri BOB Sunardi)

Baiklah, mari benahi kegiatan di Pramuka Wajib dan keseluruhan kegiatan Pramuka di Gudep karena Gudep adalah ujung tombak kaderisasi Kepramukaan yang paling dekat dengan peserta didik.

Selamat Memandu, Kakak!

Semoga dapat senantiasa merealisasikan kegiatan Pramuka yang mengasyikan dan bermanfaat seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Pandu Dunia kita.

(Sumber: Hafizhah Lukitasari/http://pramukajateng.or.id/)

Kamis, 09 Februari 2012

Giat Bakti


Tahun 2011 lalu, Gugus Depan SMK Negeri 1 Karanganyar, Surakarta mengadakan aksi sosial berupa pembagian alat tulis ke SD Gebyog Mojogedang, Karanganyar. Meski tidak seberapa nilainya namun ini merupakan wujud nyata insan Pramuka khususnya yang berpangkalan di SMK Negeri 1 Karanganyar untuk mendarmabaktikan kepada masyarakat dengan mengadakan aksi sosial tersebut.
Dengan harapan, mudah-mudahan kegiatan sosial tersebut bisa kami laksanakan setiap tahun dengan sasaran yang lain. Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan.

Minggu, 29 Januari 2012

Pelantikan Penegak Bantara Tahun 2012

Pelantikan Penegak Bantara adalah kegiatan tahunan yang selalu ada di setiap pangkalan gugus depan setara Penegak.

Untuk Pelantikan Penegak Bantara tahun ini, SMK Negeri 1 Karanganyar mengalami kemunduran. Sebenarnya rencana awal Pelantikan Penegak Bantara adalah 17-18 Desember 2011. Namun nyatanya mengalami kemunduran sampai hari Sabtu dan Minggu tanggal 28-29 Januari 2012.

Bukannya tanpa alasan, kemunduran kegiatan tahunan ini dikarenakan ada sedikit masalah intern di SMK Negeri 1 Karanganyar pada tanggal 14 Desember 2011 saat tepat sehari setelah pelaksanaan Ujian Semester.

Namun dengan kemunduran ini, tidak mengurangi semangat para panitia Dewan Ambalan Kresna Srikandi untuk mensukseskan acara ini.

Untuk hasil dokumentasinya, bisa dilihat di Grup Facebook Kresna Srikandi disini.

Jumat, 23 September 2011

Refreshing Camp 2011


Kegiatan refreshing camp yang kami adakan tahun ini sungguh sangat menyenangkan sekali kawan. Bertempat di Lapangan Barakan, Tawangmangu, Karanganyar. Udara yang sejuk menambah kegembiraan tersendiri bagi kami. Mulai dari persiapan, keberangkatan, kegiatan hingga kegiatan hiking ke puncak Gunug Gamping, Tawangmangu.

Capekk sih!! tapi seru buangeeeeeeeeeeeeeeeett daaahh??!

Apa lagi waktu mendaki gunung gamping..............
Sunguhh suangaaaaaaaat seru dan indah sekali pemandangan di sana kawan ......


Kamis, 15 September 2011

Pelantikan Penegak Tamu Tahun Ajaran 2011/2012

Alhamdulillah..!!!
Kegiatan Pelantikan Penegak Tamu SMKN 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2011/2012 dapat berjalan dengan lancar.
Antusiasme para peserta sangat luar biasa. meskipun lelah para peserta dan panitia tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Semoga PPT Tahun ini melahirkan generasi AMBALAN yang lebih baik dari tahun-tahun yang sebelumnya. Dan mampu menjadikan ambalan kresna - srikandi sebagai dewan ambalan yang terbaik di Karanganyar ini, serta mampu meraih prestasi yang membanggakan.

DOKUMENTASI