Image and video hosting by TinyPic

Tampilkan postingan dengan label info pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info pramuka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2012

Menpora dan Kwarnas Bahas AD-ART Gerakan Pramuka

JAKARTA, Menpora Andi Mallarangeng melakukan konsolidasi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Gedung Agus Salim Taman Bunga Wiladatika Cibubur, Jakarta, Rabu (25/4).

Konsolidasi itu gunamembahas persiapan Munaslub Gerakan Pramuka dengan acara tunggal pembahasan dan penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Gerakan Pramuka.

Hadir dari pimpinan Kwarnas yakni Ketua Kwarnas Azrul Azwar, Wakil Ketua Amoroso Katamsi dan BRAY Sri Hardani Hadi Kusumo, Sekjen Joedyaningsih dan Andalan Nasional beserta Tim Pokja AD-ART Gerakan Pramuka. Pembahasan AD-ART dilakukan terhadap pasal per pasal.

Menpora memberi saran agar sistem among dan kiasan dasar dalam ayat (i) dan (j) pasal 8 pada AD agar dibuat pasal tersendiri. "Supaya sistem among dan kiasan dasar lebih jelas penjelasannya," kata dia.

Menpora juga menekankan agar isi AD-ART disesuaikan dengan UU Gerakan Pramuka. AD Gerakan Pramuka berisi 12 bab. Isinya yaitu identitas pramuka, asas dan tupoksi, sifat, pendidikan kepramukaan, organisasi, musyawarah dan referendum, atribut, hak dan kewajiban, pendapatan dan kekayaan, pembubaran dan ART.

Sementara itu, menurut keterangan Kepala Biro Organisasi Perencanaan dan Pengembangan Kwarnas Gerakan Pramuka Desi Susiani, usai konsolidasi dengan Menpora, besok Kwarnas menggelar Rapat Kerja Nasional mulai Kamis (26/4) sampai Jumat (27/4), dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Gerakan Pramuka pada Sabtu (28/4) hingga Minggu (29/4) di Taman rekreasi Taman Widalatika Cibubur.

Kegiatan ini akan dihadiri pengurus di 33 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka seluruh Indonesia. Setiap kwartir daerah akan mengutus enam orang wakil untuk mengikuti Rakernas dan Munaslub. Dalam Rakernas dibahas program kerja selama satu tahun ke depan, sementara poin utama yang akan dibicarakan dalam Munaslub adalah UU nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Dalam rapat tersebut Menpora didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Zubachrum Tjenreng, Staf Ahli Menpora Amran Razak, Asdep Kepanduan Zulkifli Akbar, dan I Gusti Putu Raka Pariana Kabid Program pada Asdep Kepanduan. (kominfo/A-89) / Humas Kwartir Nasional

Ketua Kwarda Jateng Kukuhkan Pramuka Peduli

Semarang: Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah 11 jawa Tengah, Prof Dr Ir Slamet Budi Prayitno, MSc mengukuhkan Pengurus Pramuka Peduli Jawa Tengah di Pusat Kegiatan Pramuka (Puskepram), Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (18/12). Pengukuhan Pengurus Pramuka Peduli tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwarda 11 Jawa Tengah Nomor 81 tahun 2011 tanggal 18 Desember 2011.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Andalan Daerah Binamuda, Kak Kolonel Haruno dan jajaran Andalan Cabang bidang Abdimas dan Humas, Pengurus DKD dan DKC se Jawa Tengah. Ketua Kwarda 11 Jawa Tengah, Kak Prof Dr Ir S Budi Prayitno, MSc dalam amanatnya mengatakan tugas Gerakan Pramuka dalam pendidikan sudah terkenal yaitu membina peserta didik seperti yang dilakukan bidang Binamuda. Akan tetapi, kata Kak Budi domaian pengabdian saat ini belum. “Bentuk pengabdian langsung, seperti pengumpulan dana untuk korban gunung gamalama.

Jumlahnya tidak terlalu penting, tetapi kepeduliannya,” katanya. Oleh karena itu, kata Kak Budi, dengan dikukuhkannya pengurus baru Pramuka Peduli Jawa Tengah diharapkan akan ada semangat baru dalam bekerja, bertugas dan mengabdi. “Selamat bekerja, bertugas, dan mengabdi. Setitik bakti pasti akan ada hasilnya,” tegasnya. Ketua Pramuka Peduli Jawa Tengah, Kak Drs Hernowo Budi Luhur, SH M.Si usai dikukuhkan mengatakan pengukuhan pramuka peduli ini merupakan momentum bagi bagi kita. Oleh karena itu, perlu dukungan dari jajaran Kwartir Cabang dalam hal penguatan kelembagaan.

“Dukungan Kwarcab sangat dipelukan bagi pengurus baru,” katanya yang juga Waka Kwarda bidang Abdimas dan Humas. Pengukuhan ditandai dengan pengucapan ikrar dan janji Trisatya oleh segenap jajaran pengurus yang dipandu oleh Ketua Kwarda Jateng Kak Prof Budi didepan sang Merah Putih. Susunan pengurus harian yang dikukuhkan antara lain :

- Ketua : Kak Drs Hernowo Budi Luhur, M.Sc,
- Wakil Ketua : Aditya Wicaksono, SPt,
- Sekretaris : Ahmad Istajib, S.Pd,
- Wakli Sekretaris : Panca Pamungkas,
- Bendahara : Dra Anie Siswanti,
- Wakil Bendahara : Meka Nitrit Kawasari, SS
dan dibantu tiga bidang yaitu bidang Penanggunglangan Bencana (PB), Bidang Kemanusiaan dan Bidang Lingkungan Hidup (LH) serta Satuan Reaksi Cepat (SRC).

Sebelumnya digelar rapar kordinasi Pramuka Peduli Kwarda 11 Jawa Tengah dengan jajaran Kwartir Cabang se Jawa Tengah yang membahas Petujuk Teknis Pramuka peduli di Jawa Tengah terkait dengan SK Kwarnas Nomor 248 tahun 2010.

Sumber: http://pramukajateng.or.id

Ketua Kwarnas Buka Rakernas Gerakan Pramuka 2012

Jakarta: Penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka tahun 2012 diawali dengan Rapat Paripurna Andalan Nasional, yang akan berlangsung pada Kamis (26/04) pukul 08.00 s.d 12.30 WIB di Aula Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, para Andalan Nasional akan mendengarkan paparan program kerja Gerakan Pramuka untuk Tahun2012 dan 2013 dari setiap Wakil Ketua Kwarnas. Termasuk di agendanya adalah pemaparan tentang program Messenger of Peace dan Lomba Pramuka Penggalang Tingkat Nasional (LT V).

Dalam sambutannya, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Azrul Azwar menyinggung kegiatan yang akan dilaksanakan pada 25 Juni s.d 1 Juli 2012 di Papua, "Pada Kegiatan Raimuna Nasional tersebut beberapa negara sudah menyampaikan keikutsertaanya, Vietnam, Kamboja malah akan mengirim 100 peserta, Bruneii Darussalam mengirim 10 peserta dan dari Singapura juga ada." Rencananya kegiatan akan dilanjutkan dengan Seminar Ilmiah Tentang Gerakan Pramuka hingga petang nanti. (humas kwarnas)

Kamis, 26 April 2012

Jilbab Seragam Pramuka di Inggris Boleh Dipakai Oleh Yang Beragama Islam

Pramuka Inggris mempunyai seragam baru khusus untuk mereka yang mengenakan jilbab setelah ada permintaan dari kalangan masyarakat Muslim. Seragam baru dengan rancangan khusus itu dilengkapi dengan penutup kepala dengan gaya ”hoodie” seperti yang dikenakan anak-anak remaja perkotaan dan baju yang lebih panjang. Baju yang mencapai lutut itu bermotif kegiatan kepramukaan dan menggambarkan semangat petualangan.

Sekitar 600 Pramuka Muslim Puteri dipastikan akan mengenakan seragam baru ini walau juga tersedia bagi pramuka putri lain yang ingin mengenakannya. Perancang pakaian Inggris Sarah Elenany, 27, dari London merancang pakaian ini dengan label Elenany.

Ia mengatakan rancangannya ditujukan untuk memberi kesempatan pemakainya tetap bisa beraktivitas dengan bebas dan nyaman.

”Saya ingin anggota pramuka terlibat dalam perancangannya dan mereka kemudian memberi tahu pakaian seperti apa yang ingin mereka kenakan serta apa yang tidak mereka suka dengan yang sekarang ada,” katanya.

Sesuatu yang berbeda
Ketersediaan seragam baru ini menggarisbawahi akan adanya perubahan pegiat pramuka di Inggris yang semakin modern dan beragam. Aamena Ismail, 12, dari London mengatakan, ” Pakaian model hoodie ini fantastis. Sebagai seorang pramuka Muslim putri saya merasa sangat nyaman, tetap praktis dan bahkan bisa saya kenakan untuk berlayar.”

”Bahkan kalau dikenakan di luar kegiatan kepramukaan, masih tetap modis.” Saat ini ada sekitar 2.000 anggota pramuka Inggris beragama Islam. Kepala pramuka Inggris Bear Grylls mengatakan, ”Dengan tersedianya pakaian baru ini menunjukkan bahwa kami bergerak sesuai waktu dan menyesuaikan diri dengan tumbuhnya anggota dari latar budaya yang beragam.”

”Pramuka menawarkan kesempatan untuk semua orang tanpa pandang agama, etnis atau kepercayaan. Saya sangat bangga telah menawarkan sebuah lingkungan bagi mereka untuk berbagi.”

Berdasar sensus Asosiasi Pramuka Inggris, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi peningkatan anggota putri yang lebih banyak dari pria. Sejak tahun 2005 saja terjadi peningkatan 88% dengan jumlah total 66.576 anggota.
Humas Kwartir Nasional (Sumber Berita: Anggi/http://seputarnusantara.com)

Senin, 27 Februari 2012

Merintis Saka Pariwisata


Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H Senin siang (27/2) menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peningkatan Kemampuan Anggota Gerakan Pramuka di Bidang Kepramukaan. Penandatangan kesepakatan itu berlangsung Senin (27/2) di Auditorium Gedung Sapta Pesona di Jalan Medan Merdeka Barat No. 17, Jakarta Pusat.
Ikut hadir dan menyaksikan acara penandatangan itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dr. Andy Alfian Mallarangeng, para pejabat Kementerian Pariwisara dan Pimpinan Kwarnas.
Kak Andi menyambut baik penandatangan kesepakatan ini, guna mendukung Anggota Gerakan Pramuka untuk lebih mencintai Indonesia, “Salah satu metoda revitalisasi Gerakan Pramuka, mencari model-model kegiatan Pramuka yang fun, menambah ilmu pengetahuan, mempunyai nilai tambah, membangun karakter anak-anak muda, sekaligus memberikan penanam nilai rasa kebangsaan,”
Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam sambutannya sempat mengatakan bahwa dirinya pernah aktif dalam Gerakan Pramuka saat masih duduk di Sekolah Dasar. Hal ini yang mengingatkan beliau betapa pentingnya penanaman keterampilan pada Anggota Gerakan Pramuka, terutama dalam bidang Patriwisata dan Ekonomi Kreatif.
”Penandatanganan kesepakatan ini merupakan bagian dari visi Kemenparekraf untuk memajukan pariwisata dengan melibatkan masyarakat. Kami berharap Saka Pariwisata ini nantinya menjadi pasukan terdepan untuk sadar wisata, khususnya untuk bersih dan indah,” kata Mari Pangestu.
Saat pelaksanaan Jambore Nasional ke-9 di Palembangan, Sumatera Selatan 2011 telah diadakan sosialisasi Saka Pariwisata dengan 3 Krida yaitu Penyuluh Pariwisata, Pemandu Wisata dan Kuliner Wisata.

(Sumber Berita : Humas Kwarnas/Foto: Ilham-Humas Kwarnas)

Rabu, 22 Februari 2012

Baden Powell Day

Baden-Powell dilahirkan di Paddington, London pada 22 Februari 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada 1933, “Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya.” Selepas menghadiri Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell dianugerahi beasiswa untuk sekolah umum Charterhouse.

Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang Zulu yaitu:

impressa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
m’hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.

Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.

Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk “Aids to Scouting”, ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.

Pada tahun 1903 Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda.

Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya “Aids to Scouting” telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.

Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys’ Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku “Scouting for Boys” kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.

Kanak-kanak remaja membentuk “Scout Troops” secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys’ Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.

Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.
Quote:
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Magill Kinzie Gordon).

Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.

Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: “dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts.” Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.

Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing.

Pada tahun 1938, menderita gangguan kesehatan, BP kembali ke Afrika, yang sangat berarti dalam hidupnya, untuk hidup di semi-pensiun di Nyeri, Kenya. Bahkan dia merasa sulit untuk mengekang energinya, dan dia juga terus menghasilkan buku-buku dan sketsa.

Pada tanggal 8 Januari 1941, pada 83 tahun, BP meninggal. Ia dimakamkan di sebuah kuburan sederhana di Nyeri menghadap Gunung Kenya. Pada kepala nisan batunya terdapat tulisan "Robert Baden-Powell, Chief Scout of the World"

Sabtu, 18 Februari 2012

Sejarah Perjuangan Joko Songo

Peristiwa Djoko Songo 1948

Jika berbicara mengenai peristiwa Djoko Songo yakni gugurnya 9 tentara pelajar dalam membela tanah air tidak lepas dari nama GKR Bambang Hadijokowaluyo yang dikenal oleh lingkungannya dengan sebutan mas Yadi. Beliau termasuk dalam 9 tentara pelajar korban yang tewas, 3 diantaranya adalah kerabat keraton Solo dan Jogja. Maka dari itu pihak keraton berinisiatif mendirikan tugu monumen peristiwa Djoko Songo (meninggalnya 9 perjaka) di daerah Solo dan Surakarta. Baru pada tahun 1955 pemerintah berinisiatif memindahkan makam para pahlawan termasuk beliau ke area Taman Makam Pahlawan Karanganyar.

Saat peristiwa itu beliau berusia sekitar 20 tahunan, sedangkan peristiwa itu terjadi pada masa transisi perebutan kembali Indonesia dari pemerintah Jepang oleh pihak sekutu yang diboncengi Belanda.

Saat kejadian beliau bersama 15 orang tentara pelajar lainnya hendak pulang ke kamp perjuangan Indonesia, robongan beliau melewati daerah matesih (sekarang pasar Matesih). Rombongan tersebut sempat bertemu dengan pasukan Belanda. Terjadi baku tembak sengit yang berlangsung selama 30 menit. Akhirnya pasukan tentara pelajar berhasil memukul mundur pasukan Belanda. Rupanya pasukan Belanda yang tersisa sempat mengontak markas pusatnya di Surakarta meminta bantuan personil, Beliau yang saat itu menjadi komandan peleton tentara pelajar Divisi 1 tidak langsung beranjak pergi dari lokasi namun tinggal sementara di Matesih untuk mengamankan keadaan yang saat itu sedang rusuh.

Setelah keadaan sedikit tertanggulangi, beliau dan pasukan tentara pelajar lainnya melanjutkan perjalanan melewati karangpandan. Saat itulah terjadi pengepungan oleh personel Belanda yang menurunkan 5 Brigade. Walaupun kalah jumlah 16 orang tentara pelajar melawan sekitar 300 personel Belanda bersenjata lengkap, namun tentara pelajar terus mengadakan perlawanan.

7 orang tentara pelajar berhasil meloloskan diri dan selamat dari kepungan tentara Belanda. Sisanya 9 orang termasuk Beliau bertahan di KALI SWALUH sebagai benteng brigade. Belanda tidak hilang akal serdadu Belanda meneropong jika mereka melihat sasaran pesawat terbang mereka akan merendah di sekitar sasaran, dengan segera daerah itu akan di bom dan dijatuhi tembakan yang bertubi-tubi. Begitu pula dengan kesembilan Tentara Pelajar yang bersembunyi mereka segera dihujani tembakan, sehingga dalam waktu yang bersamaan kesembilan jejaka itu mati bersama di tempat yang sama termasuk beliau.

Akhirnya kesembilan jenazah itu dibawa ke poliklinik matesih yang sekarang bernama PUKESMAS MATESIH, Hanya dengan diusung menggunakan bambu beratas tikar. Kemudian dimakamkan disekitar pasar Matesih.Pada tahun 1955, 9 pahlawan yang dimakamkan di selatan pasar matesih di pindah ke Taman Makam Pahlawan Karanganyar.merupakan tempat kumpulan pahlawan se-Karanganyar yang merupakan pahlawan yang di kenal.Daftar Tentara Pelajar yang Gugur di daerah Matesih dan sekitarnya pada perang Mempertahankan Kemerdekaan.

1. Lakstoto
2. Moeryoto
3. Roesman Lilik
4. Soepriyadi
5. Soenarto
6. Slamet
7. Soekoto
8. Salam Hasyim
9. Waloeyo (GKR Bambang Hadijokowaluyo - mas yadi)

Oleh pihak keraton beliau mendapatkan penghormatan dan masuk dalam pahlawan keraton yang membela bangsa. Beliau meninggal di usia yang masih muda. Prinsip dan keinginan beliau untuk membela tanah air menjadi dasar bagi pihak keraton Hamengkubuwono dan Pakualam selanjutnya untuk ikut terus berjuang membela tanah air. Nama beliau masih dikenang sampai hari ini sebagai salah satu dari kerabat keraton yang gugur dan sebagai salah satu pejuang Tentara Pelajar yang berjuang sampai titik darah penghabisan.

Jika anda berkunjung ke Solo dan melihat tugu Djoko Songo disitu tertulis :

Kami 9 pemuda mati muda
Kami yang menolak penjajahan bangsa atas bangsa
Dan kami gugur di tengah perang kemerdekaan bangsa

Kami rela mati muda
Demi kekalnya Merah Putih Bendera Pusaka
Biarlah Kami mati
Asalkan Meninggalkan arti

Ayo Pemuda Pelajar generasi Muda
Teruskan Garis-garis Pengorbanan
Kebaktian Kami demi Keagungan
Hari depan Tanah kelahiran Kita ini
Untuk Kemakmuran, Keadilan dan Kokohnya persatuan Rakyat

Indonesia Semesta yang dibakar Semangat Juang
Yang dijadikan api nilai Pancasila
Yang Dilandasi UUD 1945
Dan yang di Ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.

Demikian kami paparkan sejarah perjuangan Joko Songo yang kami kutip dari blog DKC Karanganyar (dkckaranganyar.blogspot.com/). Dan untuk mengenang sejarah perjuangan Joko Songo tersebut, Kwarcab Karanganyar dalam hal ini DKC Karanganyar sebagai pelaksana, setiap tahun menyelenggarakan kegiatan Pengembaraan Joko Songo, dan Even Pengembaraan Joko Songo terakhir adalah Joko Songo ke-16. Untuk Even Pengembaraan Joko Songo ke-16, alhamdulillah Sangga putri SMK Negeri 1 Karanganyar berhasil merebut Piala bergilir Bupati Karanganyar dan juara II putra. Ini bukan merupakan prestasi yang pertama, sebelumnya pada even Pengembaraan Joko Songo ke-14, SMK Negeri 1 Karanganyar juga berhasil menyabet juara pertama putri piala bergilir Bupati Karanganyar, juara II putera dan juara III puteri. Alhamdulillah sejak tahun 2000, Gugus Depan SMK Negeri 1 Karanganyar selalu meraih prestasi dalam event Pengembaraan Joko Songo Tersebut. Semoga ini bisa menjadi cambuk, dan magnet bagi kami untuk selalu berkarya dan terus berbakti di dalam memajukan Gerakan Pramuka khususnya di pangkalan Gudep SMKN 1 Karanganyar dan khususnya di Kabupaten Karanganyar. Amiiin.

Kamis, 16 Februari 2012

Info Rainas 2012

Informasi perubahan bahwa Raimuna Nasional 2012 yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 24 - 30 Juni 2012 akan diundur menjadi tanggal 9-16 Juli 2012 di Bumi Perkemahan Cendrawasih, Jayapura, Papua. Semoga ini menjadi pedoman untuk mengadakan persiapan terutama bagi calon peserta kontingen daerah.

Persyaratan Peserta Raimuna Nasional X Tahun 2012

Kontingen Daerah Jawa Tengah


A.
Persyaratan Umum
1.
Aktif di Gugus Depan;
2.
Minimal Penegak Bantara;
3.
Sehat jasmani dan rohani;
4.
Berusia antara 15-25 tahun dan belum menikah;
5.
Sanggup mematuhi aturan dalam perkemahan Raimuna Nasional X Tahun 2012 dan
Kontingen Daerah Jawa Tengah;

6. Sanggup membayar fee peserta.

B.
Persyaratan Administrasi
1.
Biodata pribadi (form 01);
2.
Pas foto berseragam pramuka menggunakan tutup kepala dengan latar belakang merah
(3 lembar ukuran 3x4 );

3.
Menyerahkan fotokopi yang dibuktikan dengan aslinya:
a.
Kartu Tanda Anggota Gerakan Pramuka, dan
b.
Syarat Kecakapan Umum terakhir.
4.
Mengisi, membuat, dan menyatakan pernyataan tentang:
a.
Surat keterangan aktif dari Gugus Depan; (form 02)
b.
Surat rekomendasi dari Gugus Depan; (form 03)
c.
Surat ijin orang tua; (form 04)
d.
Surat tugas dari Kwartir Cabang.
5.
Membawa surat keterangan sehat dari dokter.



RINCIAN RENCANA BIAYA 1 (SATU) ORANG PESERTA
RAIMUNA NASIONAL X TAHUN 2012
Jayapura, Papua, 9 s.d. 16 Juli 2012
Kontingen Daerah 11 Gerakan Pramuka Jawa Tengah

No.

Uraian

Biaya

Keterangan

1.

Biaya tiket pesawat Smg-Papua PP

Rp 7.600.000,-

Garuda Airlines/

Lion Air*

2.

Perlengkapan personal

Rp. 740.000,-


3.

Perlengkapan kontingen

Rp. 410.000,-


4.

Camp Fee

Rp. 350.000,-



JUMLAH

Rp. 9.100.000,-


Catatan:
1. Jumlah biaya keseluruhan per peserta yang dibutuhkan sebesar Rp. 9.100.000,-
2. * Harga tiket pesawat agar disesuaikan saat keberangkatan.


Persiapan Raimuna Nasional 2012 Telan Rp 32 Miliar

Persiapan penyelenggaraan Raimuna Nasional 2012 di Papua diperkirakan menelan dana Rp32 Miliar untuk perbaikan seluruh fasilitas seperti jalan, stadion, MCK (mandi, cuci, kakus) dan sebagainya, kata Ketua Harian Pramuka Cabang Papua, Amos Asmuruf, di Sentani, Rabu.

"Untuk menghadapi perhelatan akbar pramuka ini, mulai sekarang dilakukan pembenahan dan perbaikan seluruh fasilitas di bumi perkemahan Buper Waena (Kota Jayapura)," katanya.

Sehubungan itu, ia meminta dukungan material maupun moril dari seluruh kepala daerah di provinsi tertimur Indonesia ini.

Dikatakannya, untuk mensukseskan perhelatan akbar Pramuka tersebut Kwarda Papua harus mempersiapkan fisik dan SDM, karena Raimuna Nasional 2012 akan dihadiri puluhan ribu peserta baik dalam� maupun luar negeri termasuk kepanduan dunia.

Kata "Raimuna" berasal dari daerah Yapen, tepatnya dari Pulau Ambay, Papua.

Menurut Amon, Raimuna berasal dari kata Rai dan Muna yang artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama.

Dalam dunia kepramukaan, Raimuna adalah sebutan untuk pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

Raimuna Nasional VIII yang diadakan pada 2003 merupakan Raimuna Nasional pertama yang diadakan diluar "kebiasaan" , Raimuna Nasional VIII diadakan di Taman Candi Prambanan-Yogyakarta , biasanya Raimuna Nasional diselenggarakan di Bumi Perkemahan WILADATIKA - Cibubur-Jakarta.

(Sumber: http://ambon.antaranews.com)

Rabu, 15 Februari 2012

Menjaga Independensi Gerakan Pramuka

EKSISTENSI anggota praja muda karana (pramuka) menemukan babak baru terkait dengan UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Regulasi itu terus disosialisasikan, termasuk di Jateng, dan pada 26 Maret 2011 Wapres Boediono didampingi Menpora Andi Alifian Mallarangeng dijadwalkan membuka sosialisasi berskala nasional itu di kampus Unnes, yang dihadiri sedikitnya 1.500 peserta. Pro dan kontra ......

telah mewarnai lahirnya UU itu, baik ketika anggota DPR mengadakan studi banding ke Afsel, Jepang, dan Korea maupun saat membuat dan menyosialisasikan RUU Gerakan Pramuka.

Terlepas dari pro dan kontra, suka tidak suka, setuju tidak setuju, seluruh komponen dari berbagai strata keanggotaan dan kepengurusan Gerakan Pramuka harus mengucapkan selamat datang UU Nomor 12 Tahun 2010 dan selamat berpisah Keppres Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Undang-Undang tentang Gerakan Pramuka disusun untuk menghidupkan dan menggerakkan kembali semangat perjuangan yang dijiwai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam dan demokratis. Regulasi itu menjadi dasar hukum bagi semua komponen bangsa dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah NKRI.

Keputusan politik yang disepakati seluruh fraksi DPR pada 26 Oktober 2010 dalam sidang paripurna menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka memang seksi dan memiliki daya pikat tinggi sehingga seluruh fraksi menyetujui disahkannya RUU Gerakan Pramuka menjadi UU, tanpa voting. Dalam konteks ini, semangat dan jiwa kepramukaan yang lebih mengedepankan musyawarah untuk mufakat telah dihayati dan dimaknai secara benar oleh anggota DPR.

Gerakan Pramuka memang layak didekati berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh profesi, ataupun tokoh lain dengan berbagai argumentasi demi kepentingan bangsa dan negara. Pendekatan tidak menafikan untuk kepentingan pribadi, kelompok, golongan, dan daerah masing-masing mengingat jumlah anggota Gerakan Pramuka mencapai puluhan juta orang.

Pendekatan itu bukan untuk mempolitisasi anggota pramuka melainkan menggarap secara maksimal sehingga tokoh-tokohnya dapat lebih berkiprah dalam mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara ini melalui gerakan itu. Jika Gerakan Pramuka yang hampir 50 tahun ini dipandang belum atau tidak memberikan kontribusi konkret serta sistem pendidikan dan pembinaannya tidak menarik, hal itu memunculkan pertanyaan pada diri penulis.

Tetap Nonpolitis Bukankah yang nanti hadir pada acara sosialisasi UU itu merupakan tokoh dan pimpinan daerah yang notabene pada usia mudanya (siaga/SD, penggalang/SMP, penegak/SMA, dan pandega/mahasiswa) pernah merasakan dan menikmati pendidikan dan pembinaan Gerakan Pramuka?



Menjadi naif kalau mereka tidak mengakui success story dan benefit Gerakan Pramuka. Sifat kepemimpinan dan karakter pribadi yang baik dari peserta sosialisasi UU tersebut menjadi bukti riil.

Pertanyaan berikutnya, kalau Gerakan Pramuka pernah berjasa dalam membina nation and character building bagi alumni aktivis Gerakan Pramuka, sejauhmana kontribusi dari masing-masing anggota dalam membesarkan dan meningkatkan kegiatan?

Upaya itu jauh lebih penting sehingga Gerakan Pramuka dapat mewarnai berbagai kegiatan yang dibutuhkan masyarakat, ketimbang sekadar kegiatan teknis kepramukaan seperti keplok-keplok, menyanyi, ’’pelajaran’’ tali-temali, dan perkemahan.

Kita dapat berkaca dari panggung dunia politik seperti dalam pilpres, pileg, atau pilkada. Kita merasakan adanya berbagai benturan kepentingan baik berciri komunitas, keagamaan, profesi, maupun kewilayahan dan sebagainya yang justru merusak nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila.

Akhirnya UU Nomor 12 Tahun 2010 ditetapkan melalui keputusan politik DPR tetapi Gerakan Pramuka bukan kendaraan politik bagi anggota dewasa pramuka yang akan atau bahkan telah meniti karier di bidang politik. Adakah yang menjamin Gerakan Pramuka tetap nonpolitis? Salam Pramuka!

Penulis adalah: Drs Sigit Djoko Sutomo, mantan Andalan Daerah Kwarda 11 Jawa Tengah
Dikutip dari artikel di http://pramukajateng.or.id/

Info Buku

Judul buku : I am Proud To Be Scout
Penulis : Nunu El Fasa dkk.,
Kategori : True Stories

ISBN: 978-602-225-167-5
Terbit: November 2011
Tebal: 210 halaman
Harga: Rp. 43.800,00

Deskripsi:
Unbelievable! Indonesia merupakan penyumbang anggota pramuka terbanyak, sebanyak 22 juta dari seluruh anggota pramuka di dunia yang berjumlah 38 juta (Betharie Arrahmani, peserta 22nd World Scout Jambore 2011, Swiss).

Dan, ke-60 kisah dalam buku ini merupakan pengalaman nyata yang dialami dari sebagian anggota pramuka yang tersebar di seluruh dunia. Yang disusun dalam rangka memperingati 50 Tahun Gerakan Pramuka, 100 Tahun Kepanduan Indonesia.

Membaca kisah-kisah dalam buku ini memberikan udara segar bagi “Gerakan Pramuka” di Indonesia yang kadang dipandang sepele bagi sebagian anak-anak muda. Temukan serunya, lucunya, kocaknya, serta ketegangan masing-masing penulis dalam momen-momen yang dialaminya selama menjadi anggota pramuka. Kamu alumni? Atau masih menjadi anggota pramuka? Wajib baca buku ini!

Fenomena Pramuka Wajib di Gudep


Apabila kita pernah bersekolah di sekolah negeri, tentu kita tidak akan asing lagi dengan istilah “Pramuka Wajib”. Pramuka wajib di sini maksudnya adalah program yang mewajibkan para siswa terutama di tingkat sekolah menengah untuk mengikuti kegiatan pramuka meskipun mereka tidak memilihnya menjadi salah satu ekstrakulikuler yang diminati.

Program Pramuka wajib biasanya dilaksanakan hanya selama satu atau dua semester di awal sekolah, misalnya SMP A mewajibkan siswa kelas VII mengikuti Pramuka wajib selama enam bulan (satu semester) awal.

Pramuka wajib tentunya memiliki tujuan yang baik, yakni: pertama, agar seluruh siswa di sekolah tersebut mendapatkan bekal-bekal dasar kepramukaan yang dapat mereka manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, agar minat siswa dapat bertambah pada kegiatan pramuka. Ketiga dan seterusnya menyesuaikan dengan kebutuhan Gugus Depan masing-masing.

Program Pramuka wajib memang sudah awam dilaksanakan. Namun, sadarkah kita? Bahwa program tersebut memiliki beberapa kealphaan yang perlu kita waspadai. Bukannya menambah minat peserta didik untuk melanjutkan dan berkecimpung di kegiatan Pramuka, tapi justru bisa sebaliknya. Hal tersebut sangat mungkin terjadi apabila pengemasan kegiatan dalam program Pramuka wajib terkesan monoton, tidak menarik, kurang edukatif, dan menyiratkan ke”umum”an pramuka serta menghapuskan ke”eksklusifa”an pramuka di mata peserta didik yang sedang dalam masa mencari minat di pramuka.

Perlu kita pahami, bahwa belum semua Gugus Depan di sekolah dasar maupun di sekolah menengah pertama dapat memberikan pendidikan Kepramukaan sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga apabila mereka masuk ke sekolah yang lebih tinggi, minat mereka kurang atau bahkan tidak ada minat sama sekali untuk hal-hal yang berbau Pramuka. Hal ini wajar, mengingat kita perlu memahami karakteristik peserta didik yang dewasa ini kian membutuhkan wadah-wadah pendidikan yang inovatif, konstruktif, dan tentu saja jelas manfaatnya untuk mereka. Apabila kegiatan pramuka yang mereka temui belum memberikan itu semua, tentu saja mereka akan memilih hal lain sebagai wadah pengembangan dirinya.

Sebagai contohnya, Siska misalnya. Dia adalah salah seorang siswi di SMA Negeri di kotanya. Dia kurang berminat di Pramuka sejak duduk di bangku SMP dan ketika masuk SMA dia harus ikut Pramuka wajib. Karena kegiatan di Pramuka wajib menurutnya dikemas kurang menarik, dia lebih memilih sering membolos daripada menghabiskan waktunya untuk mengikuti rutinitas tersebut. Padahal dia adalah seseorang yang senang berorganisasi dan berpetualang. Kalau kita mengkaji dan mencocokkan, sebenarnya Pramuka dapat mewadahi minat Siska tersebut. Sayangnya kesan pertama yang ia dapatkan dari Pramuka adalah sesuatu yang diwajibkan atau cenderung dipaksakan. Siska tidak menemukan kegiatan Pramuka sebagai hal yang ia minati, justru sebaliknya, ia menemukan kegiatan Pramuka sebagai hal yang ia hindari karena ia kehilangan asas dasar dari Kepramukaan itu sendiri yakni asas sukarela.

Ya. Yang dimaksudkan kealphaan yang kadang diabaikan para Pembina atau Dewan Ambalan Penegak dan Pasukan Penggalang adalah adanya titik jenuh peserta didik terhadap kegiatan Pramuka yang dipaksakan untuk mereka terima. Sekali lagi, Pramuka adalah kegiatan yang bersifat sukarela, lalu kenapa harus ada kewajiban untuk mengikuti kegiatan Pramuka?

Sebelum peserta didik menemukan passion di Pramuka, mereka justru sudah dijejali materi-materi Kepramukaan yang mereka sendiri bingung apa aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal untuk menemukan passion dan kegemaran di Pramuka, mereka butuh kenyamanan, kerelaan, dan kepahaman. Tanpa itu semua, yang ada adalah mereka akan semakin tidak menyukai kegiatan Pramuka karena bagi mereka kegiatan ini mengintimidasi kebebasan mereka untuk memilih.

Selain itu, karena Pramuka wajib berlaku bagi seluruh siswa, kegiatan Pramuka secara tidak langsung atau sedikit demi sedikit kehilangan branding dan keeksklusifannya di mata para peserta didik. Semua siswa diwajibkan mengenakan seragam Pramuka di hari-hari tertentu di sekolah. Tapi tidak diimbangi dengan aturan yang benar. Alhasil, mereka mengenakan seragam Pramuka dengan asal-asalan, seperti tidak mengenakan setangan leher/pita leher yang menjadi ciri khas Pramuka, bersepatu warna warni, dan terkadang kita juga melihat ada siswa yang tidak berjilbab namun mengenakan rok pramuka panjang padahal bajunya pendek, dan sebagainya. Kadang tidak jarang juga kita menemui peserta didik sepulang sekolah masih mengenakan seragam Pramuka tetapi merokok di samping trotoar.

Itulah imbas-imbas dari program Pramuka wajib yang kebanyakan hanya dijalankan sebagai formalitas dan kebijakan sekolah semata. Pramuka wajib berangkat dari latar belakang yang kongkret dan seharusnya kebijakan-kebijakan semacam itu dapat dimaksimalkan di Gugus Depan. Setelah mengetahui kecompang-campingan realita sebagian besar pelaksanaan Pramuka wajib, bukan berarti semerta-merta kita lalu menghapuskan kebijakan itu. Program Pramuka wajib secara harfiah memang tidak sesuai dengan asas kesukarelaan, namun apabila pelaksanaannya benar-benar terjaga unsur “keasyikan” dan “kebermanfaatannya”, tentu saja hal tersebut dapat menanggulangi kejenuhan dan rasa keterpaksaan peserta didik. Kalaupun memang program Pramuka wajib masih sesuai dan tetap ingin dilaksanakan di Gugus Depan, alangkah baiknya kegiatan-kegiatannya secara fokus diorientasikan pada pencitraan Pramuka sebagai wadah Pendidikan Karakter dan sebagai satu pendidikan yang bersifat menyenangkan dikemas dalam permainan di alam terbuka.

Bahkan Lord Baden Powell of Gilwell pun dengan tegas menjelaskan bahwa Kepramukaan itu bukanlah suatu ilmu yag harus dipelajari dengan tekun, bukan pula merupakan kumpulan ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. Bukan! Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkan. (Sumber: Boyman, Ragam Latih Pramuka oleh Andri BOB Sunardi)

Baiklah, mari benahi kegiatan di Pramuka Wajib dan keseluruhan kegiatan Pramuka di Gudep karena Gudep adalah ujung tombak kaderisasi Kepramukaan yang paling dekat dengan peserta didik.

Selamat Memandu, Kakak!

Semoga dapat senantiasa merealisasikan kegiatan Pramuka yang mengasyikan dan bermanfaat seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Pandu Dunia kita.

(Sumber: Hafizhah Lukitasari/http://pramukajateng.or.id/)

20 Juta Pramuka Bisa Mendorong Perdamaian Dunia

Jakarta – 5 Februari 2012, Gerakan Pramuka Indonesia merupakan organisasi pramuka terbesar di dunia karena memiliki anggota sekitar 20 juta orang sehingga menjadi panutan bagi negara lain di dunia.

“Dengan jumlah tersebut hendaknya pramuka kita dapat memberikan dan mendorong perdamaian di seluruh dunia,” kata Ketua Kwanas Gerakan Pramuka Indonesia Azrul Azwar didampingi Menpora Andi Malarangeng, Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Walikota Jaksel, Anas Effendi saat menerima kunjungan Ketua Kehormatan Word Scout Poundation Raja Swedia Carl XVI Gustaf, akhir pekan ini.

Menurut Azrul, Indonesia yang memiliki 20 juta anggota pramuka adalah jumlah terbesar di organisasi pramuka dunia sedangkan penduduk Swedia saja 9 juta, dan bakal merekrut dua juta anggota untuk jadi “Messengers of Peace” (Duta Perdamaian) akan dilatih serta akan mengundang seluruh dunia.

Raja Swedia Carl XVI Gustaf, sangat terkesan dengan inisiatif Pramuka Indonesia dalam membangun komunitas karena program Pramuka dunia hanya ada dua yaitu Jambore dan Raimuna. Bahkan, selaku Ketua Kehormatan Word Scout Poundation, kegiatan pramuka dunia juga akan ditambah hasil kunjungan di Indonesia yaitu Komunity Development Camp untuk melihat dimana letak kekuatan gerakan pramuka dalam pengabdian di masyarakat.

Dalam kesempatan mengunjungi Pramuka Gugusdepan Sekolah Luar Biasa (SLB) A, Jl. Pertanian, Kel. Lebak Bulus, Jaksel, Raja Swedia juga berksempatan mmberikan bantuan senilai 500.000 dollar AS untuk mendukung gerakan pramuka di Indonesia. (Sumber Berita : http://www.beritabatavia.com)

Senin, 13 Februari 2012

SBY: Gerakan Pramuka Selalu Relevan dengan Perkembangan Zaman


Jakarta: Usia Pramuka yang mencapai setengah abad harus menjadi momentum untuk meningkatkan peran dan aktivitas Pramuka. Gerakan Pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman, membangun karakter pejuang. Hal ini dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara pada peringatan ke-50 Hari Pramuka, di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Minggu (14/8) sore.

Sejarah mencatat dengan tinta emas peran penting dan strategis Gerakan Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sejak zaman kolonial hingga saat ini. “Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, di era pergerakan nasional tahun 1920-an, para anggota Pramuka atau kepanduan ketika itu ikut serta dalam membangkitkan semangat kebangsaan dan berperan aktif dalam menggalang semangat persatuan,” Presiden menjelaskan.

Pramuka juga mengisi kemerdekaan dengan berbagai aktivitas pembangunan dan mengambil peran besar sebagai wadah pendidikan karakter, untuk menyemai tunas-tunas muda menjadi pemimpin bangsa masa depan. “Gerakan Pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman. Gerakan Pramuka, dengan banyak aktivitas positif di dalamnya, memiliki peran konstruktif dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat,” SBY menambahkan.

Menurut Presiden, karakter pemuda dan pemudi bangsa Indonesia menjadi penting karena bangsa dan negara yang kuat dilandasi oleh karakter yang kuat. “Bangsa kita dapat tegak berdiri karena karakter pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa kita tidak pernah mengenal kata menyerah, apakah itu melawan penjajahan, melawan ketidakadilan, melawan kemiskinan, serta menghadapi berbagai bencana alam dan tantangan-tantangan krisis,” uSBY menegaskan.

Meskipun selalu ada tantangan dan ujian sejarah, bangsa Indonesia tetap rukun dan bersatu karena memiliki karakter dan jati diri bangsa yang berdasarkan Pancasila. “Ingat, sesungguhnya kita adalah bangsa yang berbudi luhur, bangsa yang ramah dan toleran. Bangsa yang selalu guyub dan bergotong royong, penuh tenggang rasa, dan tepo saliro dalam hubungan kekerabatan yang tinggi. Itulah karakter bangsa kita yang luhur. Karakter yang harus terus kita gelorakan,” Presiden menandaskan.

Dikutip dari www.presiden.go.id

Lima Elang


Minimnya film untuk keluarga khususnya anak-anak menjadi latar belakang film Lima Elang diproduksi. Film yang juga dipersembahkan untuk memperingati ulang tahun Pramuka ke-50 ini, merupakan sajian yang pas untuk anda saksikan besama seluruh anggota keluarga.

Lima Elang mengisahkan Baron (Christoffer Nelwan) yang harus pindah ke Balikpapan bersama kedua orang tuanya. Di lingkungan barunya itu ia pun selalu menutup diri dan terkesan menghindari teman-teman di sekolahnya.

Baron yang memiliki hobi bermain mobil RC (remote control) terpilih mewakili sekolahnya ikut perkemahan Pramuka dan satu regu dengan Rusdi (Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan), pramuka yang ramah dan selalu optimis. Bersama dengan anggota lain, Anton (Teuku Rizky Muhammad), dan Aldi (Bastian Bintang Simbolon) keempatnya mengikuti perkemahan tingkat daerah se Kalimantan Timur.

Namun ternyata keikutsertaan Baron dalam acara ini memiliki tujuan lain. Tujuan yang akhirnya membawa mereka pada sebuah petualangan di tengah hutan yang tidak akan pernah mereka duga sebelumnya. Ditemani Sindai (Monica Sayangbati), kelima Elang ini mencoba menyelesaikan masalah yang mereka buat.

Dari awal Lima Elang memang kental dengan nuansa pramuka, wajar memang karena itulah tema yang diusung dalam film garapan Rudi Soedjarwo ini. Di tengah minimnya minat anak-anak sekarang untuk ikut kegiatan pramuka, film ini bisa dijadikan sebagai titik balik kejayaan pramuka.

Tidak tanggung-tanggung, untuk menyemarakkan film, hampir seribu anggota pramuka diikutsertakan. Pesan yang ingin disampaikan pun tidak lepas dari prinsip luhur yang ada dalam Dasa Darma Pramuka.

Bagi Anda yang pernah mengikuti pramuka saat sekolah, Lima Elang bisa dijadikan nostalgia yang menyenangkan dan merupakan tontonan yang sangat aman dan mendidik bagi anak-anak. Lima Elang akan tayang di bioskop mulai 25 Agustus 2011. (http://www.21cineplex.com)

Menarik dan Seru, Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”


Di tengah banyaknya keluhan orangtua dan masyarakat umum tentang tayangan sinetron maupun film-film layar lebar yang kurang mendidik, sebentar lagi kerinduan akan film nasional yang menarik, menghibur, dan mengandung nilai-nilai pendidikan bakal terjawab. Film petualangan anak-anak untuk semua umur berjudul “Lima Elang” bakal ditayangkan di bioskop-bioskop di Tanah Air.

“Lima Elang” yang berkisah tentang persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas) Gerakan Pramuka. Film itu memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.

Bertindak selaku produser adalah Kemal Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.

Setelah melalui proses persiapan cukup lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional) selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).

Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut. Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.

Selama proses syuting, juga cukup banyak kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka. Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah, kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.

Menurut rencana, film tersebut akan ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN, Berthold Sinaulan/Syarifah Alawiyah

Kwarcab KLATEN Pertanyakan HUNTARA di Bumi Perkemahan


KLATEN- Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Klaten, Anang Widayaka mempertanyakan kejelasan bangunan hunian sementara (Huntara) yang berdiri di lapangan Bumi Perkemahan Kepurun.

Menurut Anang, sudah setahun lamanya pihaknya tidak bisa menggunakan lapangan Bumi Perkemahan Kepurun untuk menggelar kegiatan pramuka. Bangunan Huntara itu dibangun di akhir tahun 2010 untuk menampung korban terdampak erupsi Gunung Merapi.

Namun sejak pertengahan 2011, warga sudah meninggalkan Huntara tersebut dan kembali ke kampung halaman di lereng Gunung Merapi. Hingga kini, Huntara tersebut mangkrak dan tidak terawat. Bahkan, Huntara tersebut kerap disalahgunakan oleh pasangan pemuda-pemudi untuk berbuat mesum.

“Dulu sebelum dibangun Huntara, kami masih bisa menggunakan Bumi Perkemahan Kepurun kapan saja dengan gratis. Sejak dibangun Huntara, otomatis kita tak bisa menggelar kegiatan pramuka di sana. Dalam setahun, kami menyelenggarakan sedikitnya 10 kegiatan pramuka dengan cara menyewa tempat lain seperti kompleks Candi Prambanan, Ratu Boko, Dodiklatpur, dan lain-lain. Tentu kami harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa lahan yang kami gunakan itu,” tandas Anang kepada Espos, Sabtu (11/2/2012).

Anang mengaku sudah meminta solusi atas masalah itu kepada Pemkab Klaten. Akan tetapi, Pemkab Klaten tidak bisa berbuat banyak lantara Huntara yang dibangun di Bumi Perkemahan Kepurun tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Joko Roekminto mengatakan pembongkaran Huntara masih menunggu pelimpahan aset dari Pemprov Jateng. Menurutnya, warga setempat juga menginginkan Huntara bisa dibongkar secepatnya agar Bumi Perkemahan Kepurun bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri

dikutip dari www.solopos.com

Kamis, 09 Februari 2012

Yudhoyono: Lanjutkan Revitalisasi Gerakan Pramuka


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta Gerakan Pramuka untuk terus melakukan revitalisasi dari segi kegiatan dan juga pendidikan karakter bangsa sehingga dapat mencegah radikalisasi dan kekerasan serta penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

"Perkokoh peran Gerakan Pramuka sebagai bagian sistem pendidikan nasional. Jadikan Gerakan Pramuka pelindung kaum muda dari kekerasan radikalisme teroris dan penyalahgunaan narkoba," kata Presiden saat membuka Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka di Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (2/7/2011).

Presiden mengatakan sejak dicanangkannya gerakan revitalisasi bagi Pramuka pada lima tahun yang lalu ia melihat sudah cukup banyak perkembangan dari upaya tersebut antara lain peningkatan jumlah anggota, peningkatan kualitas dan materi pendidikan yang disesuaikan dengan perkembanagn zaman serta ditetapkannya UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

"Kepada Ketua Kwarnas, saya berpesan lanjutkan revitalisasi Gerakan Pramuka .Berikan dukungan dan fasilitasi pembentukan serta perluasan gugus depan berbasis sekolah maupun komunitas diseluruh tanah air," kata Presiden.

Kepala Negara juga mengatakan, diterbitkannya UU Nomor 12 Tahun /2010 merupakan wujud nyata perhatian negara, pemerintah dan masyarakat atas pentingnya Gerakan Pramuka khususnya bagi pembentukan karakter generasi muda sehingga bisa menjadi pemimpin dimasa mendatang.

"Gerakan Pramuka masuk kedalam sistem pendidikan non formal yang melengkapi pendidikan formal. Gerakan Pramuka adalah gerakan yang membentuk watak, karakter dan kepribadian, juga kegiatan ekstrakurikuler untuk menempa disiplin karakter dan semangat kebangsaan," kata Presiden.

Pada bagian lain sambutannya, Presiden Yudhoyono meminta kepada seluruh peserta Jambore Nasional yang merupakan anggota penggalang perwakilan dari seluruh indonesia untuk menjadikan kegiatan ini ajang menjalin persahabatan, menimba ilmu dan keterampilan sehingga usai kegiatan dapat menyebarkannya kepada teman-teman di daerah masing-masing.

Jambore yang berlangsung sejak 2 juli hingga 9 juli diikuti oleh setidaknya 24.000 peserta, 100 peserta dari luar negeri dan pembina dari masing-masing kwartir daerah Pramuka sehingga total peserta mencapai setidaknya 25.000 orang.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar mengatakan, memasuki tahun 2011, Gerakan Pramuka melakukan pasca revitalisasi telah mengalami perkembangan yang cukup baik.

"Saat ini dari sensus yang kami lakukan terdapat 22 juta peserta didik diseluruh Indonesia. Juga diselenggarakan kembali jambore daerah, jambore cabang, Kemah Pramuka Putri, Kemah Pramuka Luar Biasa dan juga Kemah Antar Saka yang pernah terhenti," katanya.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, kata Azrul terus melakukan perbaikan kurikulum dan metode pendidikan. Saat ini jumlah gugus depan di seluruh tanah air tercatat sebanyak 317.091.

Azrul mengharapkan dengan upaya revitalisasi termasuk rencana membangun divisi khusus penelitian dan pengembangan ditingkat kwartir daerah Gerakan Pramuka dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi generasi muda yang pada akhirnya bisa membantu mengurangi tawuran pelajar, radikalisasi generasi muda serta penyalahgunaan narkotika.

Mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Jamnas antara lain, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menpora Andi Mallarangeng, Panglima TNI Laksamana TMI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Mensesneg Sudi Silalahi. Juga mendampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Bupati Ogan Komering Ilir Ishak Mekki.

Revitalisasi Gerakan Pramuka



Latar Belakang
Adanya kemunduran Gerakan Pramuka, yakni:
1. Eksistensi dan peran Gerakan Pramuka yang semakin berkurang.
2. Keterlambatan menyesuaikan diri atas berbagai perubahan yang terjadi.

Pengertian
Revitalisasi Gerakan Pramuka (GP) adalah pemberdayaan Gerakan Pramuka yang dilakukan secara sistematis, berkelanjutan dan terencana untuk lebih meningkatkan peran, fungsi dan tugas pokok Gerakan Pramuka serta memperkokoh eskistensi organisasi Gerakan Pramuka.

Hakekat Revitalisasi Gerakan Pramuka
1. Eksis dan hidup dinamis.
2. Keseimbangan dengan tetap mempertahankan tradisi yang baik (back to basic), disamping melakukan inovasi
3. Berdayaguna dan disukai kaum muda

Tujuan Revitalisasi
1. GP dapat diterima dan diminati oleh kaum muda sebagai pilihan dalam proses belajar berorganisasi.
2. GP dipercaya sebagai wahana membentuk watak dan mengembangkan kepribadian kaum muda
3. GP dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan melaksanakan kegiatannya secara cerdas dan gemilang dapat membantu menangkal serta membantu menyelesaikan berbagai masalah kaum muda
4. GP dapat diterima sebagai institusi yang menyelenggarakan pendidikan bela negara

Modal Dasar Revitalisasi
1. Legalitas : Kepres no 238 th 1961,
2 Kepres no 104 th 2004 ,
3. Keputusan Kwarnas no 086 th 2005 ,
4. Sambutan presiden ri tgl 14 agustus 2006 ,
5. Strategy for scouting th 2002
6. Visi dan misi , strategi , rentra
7. Program kerja Gerakan Pramuka.

Kondisi Kaum Muda dan Gerakan Pramuka Saat Ini
Meningkatnya jumlah kaum muda yg tidak bisa melanjutkan pendidikan, terlibat kriminal, pengguna nafza, melakukan hubungan seksual yang tidak syah menurut agama, melakukan aborsi, melakukan tindak kekerasan, perkelahian dan tawuran. Jumlah anggota Gerakan Pramuka kurang lebih 21.000.000 orang. Mayoritas anggota GP belum menghayati sistem nilai GP, pengurus dan organisasi GP tidak aktif dan jarang berkarya serta gugus depan GP tidak menyelenggarakan kegiatan kepramukaan sebagaimana mestinya. Sistem GP belum dapat diterapkan dengan seksama. Kendala yang dihadapi : infrasturktur dan manajemen GP belum terbarukan sesuai dengan perubahan lingkungan strategis, penerapan prinsip dasar kepramukaan belum dilakukan secara konsisten dan terus menerus, pembinaan anggota dewasa belum dilakukan dengan baik, kerjasama kemitraan belum dilakukan secara maksimal dan dasar hukum GP belum cukup kuat.

Pemikiran Dasar Revitalisasi Gerakan Pramuka
1. Perkuat Gerakan Pramuka sebagai Wadah pembentukan kader bangsa
2. Raih keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas
3. Ajak kaum muda meningkatkan semangat bela negara
4. Mantapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan
5. Utamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya
6. Kokohkan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia
7. Amalkan Satya dan Darma Pramuka

Langkah-langkah Strategis Revitalisasi Gerakan Pramuka
1. Memperkuat kepemimpinan dan manajemen kwartir di semua jajaran
2. Merapatkan barisan Pembina Pramuka, Pelatih Pembina dan Andalan serta Majelis Pembimbing
3. Mengaktifkan Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega sebagai media penguatan sesama dan antar kelompok sebaya gugus depan
4. Memantapkan penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan, Sistem Among dan Metode Kepramukaan.
5. Mengutamakan program peserta didik yang berdampak positif terhadap peningkatan semangat bela negara
6. Memperkokoh kemitraan dan dukungan sumberdaya dari semua komponen bangsa
7. Mengamalkan Satya dan Darma Pramuka

Sasaran Revitalisasi
1. Sumber Daya Manusia (SDM) : Peserta Didik, Pembina, Pelatih Pembina ,Pamong, Instruktur dan Pimpinan Saka, Staf Sekretariat, Anggota Dewasa.
2. Organisasi : Mekanisme kerja, struktur dan personil, daya kerja, kerjasama.
3. Motode Pendidikan : Kurikulum, Silabus, sistem penyampaian materi pendidikan, pembinaan dan permainan serta fasilitas pendukung.
4. Materi Pendidikan : Pendalaman jenis kegiatan/permainan, pengembangan kreatifitas materi pembinaan/permainan, pengkajian materi pendidikan bagi Pembina dan Pelatih Pembina.

Kegiatan Kepramukaan Sebagai Dukungan Terhadap Realisasi Revitalisasi Gerakan Pramuka
1. Pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi
2. Seleksi calon pemimpin, latihan dan regenerasi kepemimpinan
3. Penyertaan kaum muda dalam pengambilan keputusan
4. Penyelenggaraan temu giat secara berkala
5. Pertukaran peserta didik di dalam dan luar negeri
6. Penyertaan peserta didik dalam acara kenegaraan
7. Penumbuh kembangan Gugus Depan Wilayah
8. Pengembangan permainan edukatif, kreatif, menantang, menarik dan bermanfaat
9. Penyelenggaraaan pendidikan bela negara
10. Realisasi karya nyata
11. Penyelenggaraan program Pramuka Peduli
12. Pembentukan Tim Penanggulangan Bencana
13. Penyelenggaraan kegiatan usaha
14. Pembangunan kerjasama kemitraan

Indikator Keberhasilan Revitalisasi
1. Pembina semakin profesional membimbing peserta didik dan kuantitasnya memadai
2. Pelatih Pembina kuantitas dan kualitasnya cukup
3. Peserta Didik semakin antusias dan aktif mengikuti pendidikan kepramukaan
4. Pamong dan Instruktur Saka semakin aktif membina dan melatih
5. Dana operasional kegiatan kepramukaan kwartir semakin memadai
6. Sarana dan prasarana semakin lengkap
7. Kejasama kemitraan semakin banyak dilakukan
8. Masyarakat antusias membentuk Gugus Depan Wilayah
9. Kwartir dan gugus depan semakin efisien dan efektif dalam melaksanakan kegiatan
10. Bakti masyarakat semakin banyak dilakukan

Minggu, 05 Februari 2012

Presiden Berseragam Pramuka Sambut Raja Swedia


Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut Raja Swedia Carl Gustaf Folke Hubertus yang mengunjungi Indonesia rencananya selama empat hari.

Dalam upacara penyambutan yang digelar di Istana Merdeka di Jakarta, Selasa sore, Presiden Yudhoyono bersama dengan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mengenakan seragam pramuka.

Raja Carl Gustaf yang menjabat ketua kehormatan Yayasan Pramuka Dunia juga mengenakan seragam pramuka Swedia yang berwarna biru.

Presiden akan menyematkan penghargaan Lencana Tunas Kencana kepada Raja Swedia yang berkunjung ke Indonesia bersama dengan Ketua Yayasan Pramuka Dunia Mike Bosman dan beberapa pengurus organisasi pramuka dunia.

Lencana Tunas Kencana adalah tanda penghargaan tertinggi gerakan Pramuka yang pernah diberikan kepada tokoh-tokoh gerakan Pramuka di antaranya kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Presiden pertama Soekarno, dan mantan Presiden Soeharto.

Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang dinilai berjasa dalam memberikan bimbingan, dukungan, dan bantuan yang amat besar bagi perkembangan Pramuka. Presiden Yudhoyono juga pernah menerima penghargaan itu pada 2007.

Raja Carl Gustaf yang berkunjung ke Jakarta juga dijadwalkan ke Yogyakarta pada Rabu 1 Februari 2012. Dalam kunjungan ke Yogyakarta, Carl Gustaf akan mendatangi Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Kunjungan Raja Swedia ke Indonesia untuk meninjau aktivitas kepramukaan dan membantu program duta perdamaian. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kehormatan Yayasan Pramuka Dunia, Raja Swedia menyumbangkan dana 500 ribu dolar AS untuk program tersebut.

DOKUMENTASI