Image and video hosting by TinyPic

Senin, 06 Februari 2012

Macam-macam Tanda Pengenal Pramuka


Penggunaan Lambang
Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.

a. Tanda Umum
Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, baik putra maupun putri.
Macamnya: Tanda tutup kepala, setangan/pita leher, tanda pelantikan, tanda harian, tanda WOSM

b. Tanda Satuan
Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu, tempat seorang anggota Gerakan Pramuka bergabung.
Macamnya: Tanda barung / regu / sangga, gugusdepan, kwartir, Mabi, krida, saka, Lencana daerah, satuan dan lain-lain.

c. Tanda Jabatan
Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka
Macamnya: Tanda pemimpin/wakil pemimpin barung/regu/sangga, sulung,pratama, pradana, pemimpin/wakil krida/saka, Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain-lain.

d. Tanda Kecakapan
Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya.
Macamnya: Tanda kecakapan umum/khusus, pramuka garuda dan tanda keahlian lain bagi orang dewasa.

e. Tanda Kehormatan
Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.
Macamnya:
Peserta didik : Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama, bintang teladan.
Orang dewasa : Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, Melati, Tunas Kencana.

Lambang Gerakan Pramuka


Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka. Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.

Bentuk dan Arti Kiasan
Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka:
  • Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  • Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.
  • Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
  • Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
  • Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
  • Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

Minggu, 05 Februari 2012

Bapak Pramuka Indonesia


Lahir 12 April 1912
Sompilan Ngasem, Yogyakarta, Indonesia
Meninggal 2 Oktober 1988 (umur 76)
Washington, DC, Amerika Serikat
Kebangsaan Indonesia
Partai politik Non Partai
Anak Adipati Anum, dll.
Agama Islam


Wakil Presiden Indonesia ke-2
Masa jabatan
24 Maret 1973 – 23 Maret 1978 Presiden Soeharto Pendahulu Mohammad Hatta Pengganti Adam Malik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ke-1
Masa jabatan
25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967 Presiden Soeharto Pendahulu Tidak Ada Pengganti Kwik Kian Gie


Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-1
Masa jabatan
17 Agustus 1945 – 1 Oktober 1988 Presiden Soekarno
Soeharto Pendahulu Tidak ada, jabatan baru Pengganti Paku Alam VIII (Pejabat Gubernur)


Raja Kesultanan Yogyakarta ke-9
Masa jabatan
18 Maret 1940 – 1 Oktober 1988 Pendahulu Hamengkubuwana VIII Pengganti Hamengkubuwana X


Biografi
Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, Hamengkubuwono IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Di umur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda (“Sultan Henkie”).
Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Songo”. Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”.
Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.
Beliau ikut menghadiri perayaan 50 tahun kekuasaan Ratu Wilhelmina di Amsterdam, Belanda pada tahun 1938
Minggu malam 2 Oktober 1988, ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.
Sultan Hamengku Buwono IX tercatat sebagai Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988.

Presiden Berseragam Pramuka Sambut Raja Swedia


Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut Raja Swedia Carl Gustaf Folke Hubertus yang mengunjungi Indonesia rencananya selama empat hari.

Dalam upacara penyambutan yang digelar di Istana Merdeka di Jakarta, Selasa sore, Presiden Yudhoyono bersama dengan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mengenakan seragam pramuka.

Raja Carl Gustaf yang menjabat ketua kehormatan Yayasan Pramuka Dunia juga mengenakan seragam pramuka Swedia yang berwarna biru.

Presiden akan menyematkan penghargaan Lencana Tunas Kencana kepada Raja Swedia yang berkunjung ke Indonesia bersama dengan Ketua Yayasan Pramuka Dunia Mike Bosman dan beberapa pengurus organisasi pramuka dunia.

Lencana Tunas Kencana adalah tanda penghargaan tertinggi gerakan Pramuka yang pernah diberikan kepada tokoh-tokoh gerakan Pramuka di antaranya kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Presiden pertama Soekarno, dan mantan Presiden Soeharto.

Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang dinilai berjasa dalam memberikan bimbingan, dukungan, dan bantuan yang amat besar bagi perkembangan Pramuka. Presiden Yudhoyono juga pernah menerima penghargaan itu pada 2007.

Raja Carl Gustaf yang berkunjung ke Jakarta juga dijadwalkan ke Yogyakarta pada Rabu 1 Februari 2012. Dalam kunjungan ke Yogyakarta, Carl Gustaf akan mendatangi Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Kunjungan Raja Swedia ke Indonesia untuk meninjau aktivitas kepramukaan dan membantu program duta perdamaian. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kehormatan Yayasan Pramuka Dunia, Raja Swedia menyumbangkan dana 500 ribu dolar AS untuk program tersebut.

Raja Swedia Resmikan Desa Pramuka di Bantul


Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia meresmikan Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai desa pramuka.

Raja Carl XVI sebagai Ketua Pramuka Dunia juga melihat kesiapan kondisi calon proyek Messenger of Peace (MoP) Preserve Local and Traditional Culture. Sekaligus meresmikan pendapa Sanggar Among Budoyo Pramuka di Dusun Nogosari, Rabu (1/2).

Raja Carl XIV Gustaf mengatakan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai bagian dari pramuka dunia lantaran kaya akan kearifan lokal. Harapannya, kearifan lokal Indonesia dapat memberikan wawasan, pengetahuan, dan contoh bagi negara-negara yang tergabung dalam organisasi pandu dunia yang mencapai 150 negara.

Pendapa Sanggar Among Budoyo Pramuka sendiri adalah wujud hibah sebesar Rp300 juta yang digunakan untuk mendukung kearifan lokal di sana. Nantinya, pendapa tersebut digunakan untuk pelatihan-pelatihan pada masyarakat. "Kami berharap hibah pendapa untuk pengembangan kearifan lokal di Bantul ini,bisa turut melestarikan budaya Indonesia," papar Bupati Bantul, Sri Surya Widati.

Dalam acara ini Raja Carl XVI didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Duta Besar Swedia untuk RI Ewa Ulrika Polano, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Mulhim Asyrof, dan Kwartir Nasional Pramuka Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH.

DOKUMENTASI